Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahLifestyle

Tragedi di Masjid Salafiyah: Sapi Kurban Mati Terjerat Tali di Gunungkidul

×

Tragedi di Masjid Salafiyah: Sapi Kurban Mati Terjerat Tali di Gunungkidul

Sebarkan artikel ini
Tragedi di Masjid Salafiyah: Sapi Kurban Mati Terjerat Tali di Gunungkidul

Di tengah perayaan Idul Adha, sebuah insiden tragis terjadi di Masjid Salafiyah, Dengok V, RT 15/05, Dengok, Playen, Gunungkidul. Seekor sapi yang dijadwalkan akan disembelih setelah salat Idul Adha ditemukan mati karena terlilit talinya sendiri.

Peristiwa ini sontak menyelimuti warga dengan duka.

Advertisement

Tragedi di Masjid Salafiyah: Sapi Kurban Mati Terjerat Tali di Gunungkidul

Kronologi Kejadian

Menurut informasi dari akun Instagram Kediri Raya, sapi tersebut ditemukan tak berdaya dengan kondisi terlilit tali yang diikatkan ke sebatang pohon.

Sapi naas ini seharusnya menjadi bagian dari ibadah kurban yang akan dilakukan oleh jamaah Masjid Salafiyah. Namun, takdir berkata lain, dan sapi tersebut ditemukan sudah mati sebelum sempat disembelih.

Baca Juga :   Pentingnya 5 Cara Menjaga Kesehatan Jantung dengan Pola Makan Sehat

Reaksi Warga

Warga sekitar, termasuk jamaah Masjid Salafiyah, sangat berduka atas kejadian ini. Selain gagal melaksanakan kurban, mereka juga harus menerima kenyataan bahwa pembangunan masjid yang sedang dalam tahap rehab total belum selesai.

Postingan dari akun KIM padukuhandengok5 menggambarkan suasana hati warga:

“Duka menyelimuti jamaah Masjid Salafiyah, RT:15 Dengok dan sekitarnya. Gagal sembelih sapi kurban dan Masjid belum jadi (rehab total).”

Kritik dari Netizen

Netizen pun ramai memberikan tanggapan atas kejadian ini, terutama mengkritisi kinerja panitia kurban. Seorang netizen, @ra_ra_rakhma_ma_ma, menulis:

“Panitia kurbannya gimana ini harus tanggungjawab beli sapi pengganti..kasihan orang yang udah iuran sapi malah sapinya mati jadi bangkai dan nggak halal jd nggak bs disembelih.”

Pihak akun KIM padukuhandengok5 menjawab kritik tersebut dengan menyatakan bahwa beberapa panitia juga termasuk shohibul qurban, dan mengganti sapi kurban akan berarti harus melakukan kurban dua kali tahun ini.

Mereka menambahkan bahwa tugas mereka hanya untuk mewartakan kondisi yang terjadi di daerah mereka, dan mengajak netizen untuk bijak dalam menyikapi situasi ini.

Penutup

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi panitia kurban di berbagai tempat agar lebih berhati-hati dalam mengawasi hewan kurban.

Pengawasan yang lebih ketat dan prosedur yang lebih baik diharapkan dapat mencegah tragedi serupa di masa mendatang.

Semoga kejadian ini juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga dan merawat hewan kurban dengan baik sebelum waktu penyembelihan tiba.

Jangan Lewatkan berita lainnya hanya di siapos.com dengan cara Follow SIAPOS.COM di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *